This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 04 Desember 2011

ALLAH Melihatku

Oleh bidadari_Azzam

Secuil kalimat dari sosok mujahid cilik yang didengarnya dari sang ustadzah, “Allah Maha Melihat, maka saat ini Allah sedang melihatku!”, kalimat yang menohok, merasuki hati sesosok hamba-Nya yang lemah, menuai rasa takut sekaligus pengharapan, semoga Allah ta’ala tidak kecewa saat memperhatikan hamba.


Tidak ada rahasia yang dapat disembunyikan dari-Nya, tidak pula bisa berbohong. Ada kelompok manusia yang tak percaya pada Tuhan Semesta Alam, Mereka mengatakan : “Hey, siapa yang peduli akan do’amu? Lebih asyik jika mendengarkan lagu dan berdansa!”, namun, ketika bumi bergoncang atau ada badai di rumah mereka, kenapa mereka tetap melantunkan do’a?

Ada sosok yang tampak begitu bahagia, semua orang melihatnya tertawa di berbagai media, namun di kepala dan hatinya penuh rasa takut, segudang rahasia tersimpan di benaknya, ternyata sosok manusia yang pandai menutupi rahasia pun memahami bahwa Pasti Allah Mengetahui rahasia itu.

Ya, Allah amat perhatian. Tak pernah berhenti menyuplai oksigen buat kita bernafas, juga mencukupi tanah dengan hujan, tanaman berbuah, kita bisa makan dan minum, bisa membaca dan menulis, serta aktivitas lainnya, namun sering kita malah tidak perhatian dengan-Nya. Tatkala panggilan yang 5 waktu terdengar, kita tunda-tunda, kita bermalas-malasan, sampai bisa kebablasan, Ya Allah, padahal Engkau Melihat kami, Engkau melihat kelalaianku.


Ada sosok lain yang bisa memberikan kesaksian palsu, bahkan menyebut nama-Nya agar dipercaya semua insan, ia sampai lupa bahwa kepalsuan itu dilihat-Nya, Allah melihat kita, bagaimana ‘aslinya’ kita ataukah ‘kepalsuan’ yang ada pada diri kita.


Allah adalah Sang Maha Penyayang. Sudah sering kita langgar aturan-Nya, masih saja Dia melimpahkan curahan kasih sayang-Nya. Sudah amat sering kita kecewakan diriNya, masih juga kita dicukupkan-Nya segala kebutuhan hidup, matahari tetap terbit, hujan dan pelangi datang, angin sepoi dan langit biru cantik, bahkan Allah ta’ala mengirimi ilmu pengetahuan agar jasmani dan rohani kita makin kuat.


Allah ta’ala melihatku, melihat kita tatkala bersujud, bahkan jika sujud itu hanyalah kepura-puraan, sujud dalam sholat yang sekedar menggugurkan kewajiban, padahal Allah ta’ala telah mengucuri segala kesejatian cinta-Nya, tak pernah berpura-pura dalam memelihara diri kita, hingga kita masih bisa merasakan nikmat Iman, islam dan ukhuwah ini.


Ampuni kami Ya Allah…Adapun waktu terus bergulir, namun kami masih sering bertaubat tanpa kesungguhan, mengulang-ulang lagi pelanggaran pada rambu-rambuMu, dan Engkau Tetap Maha Pengampun, Allah ta’ala menerima taubat kita sepanjang waktu, meskipun seringnya kita lalai kembali di berbagai waktu.


Jiwa ini meminta belas kasihan, padaMU kami berharap, Ya Robbi, jadikan sujud kami adalah sujud penghambaan sejati, Engkau Maha Melihat, Maha Mengetahui apa-apa yang tampak dan apa-apa yang tersembunyi. Bersujud, luluh hati tunduk kepada-Mu, berurai air mata sesal dan berharap taubat belumlah terlambat, Allah… Pasti Engkau Menggerakkan hati ini, Engkau pula yang mendidik jiwa kami, dan membimbing serta menyirami hidayahMu di sekujur raga kami.


Allah Melihatku. Ketika kamu dan aku melakukan suatu aktivitas, Allah Melihat dan Mengetahui niat-niat kita. Duuuh, jadi malu, banyak kelalaian dan ketidak-lurusan dalam berniat, terkadang bermesraan dengan-Nya dalam sholat atau tilawah pun tergesa-gesa, padahal hanya membutuhkan sekian menit. Namun ketika menyambut sesama manusia dan melayani tamu-tamu di rumah, berjam-jam mengobrol sampai tak terasa sudah malam. Dan lagi-lagi, Allah Melihat hal itu.


Allah Melihatku, bersungguh-sungguhkah dalam menuntut ilmu, ikhlas hati atau tidak dalam beramal, berpenyakit hati-kah dalam bermuamalah, Allah Maha Melihat. Dan Allah melimpahkan balasan berlipat ganda sepanjang hari, memudahkan berbagai urusan dan menghadirkan pemecahan atas masalah demi masalah. Dunia ini adalah ujian, dan Allah melimpahkan kekuatan dalam menyelesaikan bermacam ujian hidup.


Maha Benar Allah ta’ala dalam firman-Nya, “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.” (QS. Qaaf:16)


Allah Melihatku, ketika berada di hadapan saudara-saudariku, ataupun berada di depan layar komputer, meskipun kita berjumpa wajah, maupun via dunia maya, Allah Melihat kita, dan tetap memperhitungkan aktivitas yang kita lakukan, bernilai ibadah-kah atau amalan menuju neraka.


Allah Melihat para pejuang pena, jua melihat para komentatornya, dan penilaian terbaik-Nya selalu adil, sempurna dan berbalas setimpal. Insya Allah.


Allah Melihatku, kutulis untaian do’a dalam oase iman ini, Semoga kami selalu istiqomah, dalam didikan dan keberkahanMu, dan Engkau jaga hati kami agar senantiasa taat pada-Mu, amiin yaa Robb.


Subhanallah wa bihamdihi, Subhanakallahumma wa bihamdika Asyhaduallaa ilaaha illa anta Astaghfiruka wa atuubu 'ilaih…
Wallahu’alam bisshowab.

sumber: eramuslim.com

Jumat, 02 Desember 2011

Surat Cintaku Untukmu

Oleh Abdul Al-Hafizh
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh….
Jodohku,
Bagaimana keadaanmu saat ini ?, semoga dirimu tetap di dalam naunganNya. Semoga setiap langkah kakimu mendapatkan berkah dariNya.
Mungkin kau bingung kenapa diriku mengirimkan surat ini, sungguh tak ada maksud apapun dariku untukmu kecuali rasa cinta dan rindu ku yang mendalam terhadapmu. Semoga rasa cinta dan rindu ini merupakan berkah dariNya untuk diriku, aamiin ya Rabbal ‘alamin…
Jodohku mungkin sekarang kita belumlah bertemu, tapi yakinlah janjiNya kepada kita semua. Janganlah takut kita tidak akan bertemu, karena pertemuan kita adalah suatu kepastian dariNya.
Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyat: 49)
“Maha Suci Tuhan yang Telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” (QS. Yaasiin36).
Mungkin saja kita tidak akan berjumpa di dunia ini, tapi insya Allah kita akan bertemu di surgaNya kelak.
Jodohku,
Janganlah kau jadikan masa menunggu ini sebagai alasan. Janganlah kau jadikan jodoh itu sebagai bentuk pelegalan berbagai macam bentuk pacaran. Maukah engkau memulai suatu ibadah dengan perbuatan dosa ? tentu tidakkan, sungguh tak ada maksud lain dariku untuk melarangmu berpacaran melainkan rasa cinta dan sayang dariku yang begitu mendalam.
Jodohku,
Sungguh rasa rinduku terhadapmu sangatlah besar, besar harapku untuk sesegera mungkin bertemu denganmu. Ingin rasanya ku untuk secepat mungkin mencurahkan rasa cintaku padamu, ingin rasanya diriku untuk menyempurnakan setengah dienku. Tapi apa daya kita sekarang belumlah bertemu, mungkin ini adalah sebuah skenario indah dariNya agar kita lebih bersabar dan menerima setiap ketentuannya.Serta mempertemukan kita di waktu dan tempat yang terindah.
Jodohku,
Ingatkah engkau dengan janjiNya…
Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). (QS An Nur:26)
Oleh karena itu marilah kita bersama-sama untuk menjadi yang terbaik. Kita jadikan waktu yang tersisa ini untuk menjadi lebih baik, sungguh di sini ku kan selalu mendo’akanmu untuk dipermudahkan dalam menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Dan ku sangat berharap agar dirimu pun mendo’akan yang sama bagiku.
Jodohku,
Ingatlah di sini ku kan setia menantimu. Ku harap kaupun juga setia dalam penantian ini, penantian akan saat-saat indah itu. Saat-saat terindah dalam menjalani dien ini, saat-saat telah sempurnanya setengah dien kita.
Sabarkanlah ku menanti pasangan hati,
tulus kan kusambut sepenuh jiwa ini,
di dalam asa diri menjemput berkahMu,
tibalah ijinMu atas harapan ini (Seismic/Penantian)

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…