This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 27 November 2011

Lirik Lagu Lirik Lagu Secondhand Serenade Never Too Late

Writing here
Cause there’s nothing left here
For me to do
But please know that
I’m trying to make up for my mistakes
And you’re moving on
With guilty memories
But I was wrong
To ever test us
This broken road is more than I can take
So this is the way that I’ll tell you
That I’ll leave you alone if you want me to
But I’ve had enough of this life alone
I’ll give it up this time I know
I don’t deserve to tell you that I love you
There’s nothing in this world I’d take above you
I’m dead inside
Bring me back to life
I’ll leave this note for you to read
So you won’t forget that all I need is you
Is you!!
And the world is not so clear anymore
Since the day that you walked right out that door
I knew all I need is you
This is the way that I’ll tell you
That I’ll leave you alone if you want me to
But I’ve had enough of this life alone
I’ll give it up this time I know
I don’t deserve to tell you that I love you
There’s nothing in this world I’d take above you
I’m dead inside
Bring me back to life
It’s never too late to show you who I am
I know you want to love me
I know you understand that I could be your missing page
Bring me back to life
Bring me back to life
Bring me back to life
Bring me back to life
This is the way that I’ll tell you
That I’ll leave you alone if you want me to
But I’ve had enough of this life alone
I’ll give it up this time I know
I don’t deserve to tell you that I love you
There’s nothing in this world I’d take above you
I’m dead inside
Bring me back to life

Sabtu, 26 November 2011

Kaero Basho ost Doraemon Mermaid 2010


Aishita ga kiichaeba
Shimaruku aerai kedo
itsumademo kimi no
koto wasurenai yo

sorezore egana michi wo
aru kunoa hitori demo
kokoro noso ke mairu
aisure hitoto

dakara ikirasumishikute nakkitai
yoruda atemou
omoi dashite boku ga irukotowo

sayonara sayonara
matta aeruiga
kono made ima
dake sayonara ima wa

sayonara sayonara
matte aerukara
itsumademo kimi no
kaeru basho e

Matta aeruimade
kimi to sugo
shite hibi no
omoitteto domoni
aru ketsusekeru yo

Michi mai yuri sonna datto
kimi no kimi no ware wasurenu kawo
Omoi da shite umi deserukidasui yo

Nagara sayonara yuri mo
Sutetai arigatou
kimi ga kureta boku no
kaero basho

Sayonara Sayonara
Matta aeruiga
kono made ima
dake sayonara ima wa

sayonara sayonara
matte aerukara
itsuma demo kimi no
Kaeru Basho e

Matte arueru himade
Sukoshi Samishikutemo
Boku tachi wa machichi
tsuketeru nee kitto

Ikura hanaretetemo
Ikura toki nagare demo
Wata aru tagusegu
shiawa shode

sayonara wa
wakara no kotoba
chanakute
matta aru yakuso
kunnaru daiyo dakara

sayonara sayonara
matta arurukara
Soremade no kimi to
yakusokuwo

Sayonara sayonara
matta areruiga
kono made ima
dake sayonara ima wa

sayonara sayonara
ota arerukara
itsumademo kimi ni
kaero basho e


Dandelion's Tale

Di suatu tempat, di halaman belakang sebuah rumah, tinggallah dandelion muda yang tumbuh di rerumputan halaman rumah tersebut. Sekilas ia tampak terlupakan, hampir tak ada bedanya dengan rumput liar di sekitarnya.

        Musim berganti musim, sang dandelion muda kini mempunyai topi putih lembut di kepalanya yang berisi anak-anaknya. Kelak bila saatnya tiba, anak-anaknya akan terbang meninggalkannya untuk menemukan dunia mereka. Ibu dandelion tak sabar menanti hari tersebut.
        Hari itu pun tiba. Sang anak satu persatu mulai terbang melihat dunia dengan bantuan angin. Sang ibu dandelion hanya menatap penuh bangga terhadap anak-anaknya. Namun anak dandelion yang terakhir tidak mau pergi dibawa angin, ia terus saja menempel erat pada ibunya.

        "Tidak, aku tidak mau pergi! Aku ingin di sini terus bersama ibu!" kata sang anak dandelion kepada ibunya.
        Sang ibu dandelion tak henti-hentinya membujuk anaknya "Tapi kau tak bisa tinggal dengan ibu terus menerus, kau harus pergi, saudara-saudaramu saja pergi, mengapa kau tidak?" tanya ibu dandelion dengan lembut.
        Anak dandelion menatap saudaranya yang terbang dibawa angin, entah kemana. Dipandanginya mereka terbawa angin kesana kemari, lalu ia kembali menatap ibunya

        "Tidak! Itu sangat menakutkan, aku ingin disini!" ujar anak dandelion yang keras kepala dengan takut. Sang ibu tidak mampu lagi membujuk anaknya.
        Malam itu, di bawah sinar bulan, anak dandelion tiba-tiba bertanya pada ibunya "Dulu ibunya ibu tinggal di mana?"

        Sang ibu pun bercerita pada anaknya "Dahulu ibunya ibu tinggal di suatu bukit yang jauh, dekat stasiun kereta api yang tak terpakai. Saat hari itu tiba, ibu juga terbang bersama saudara-saudara ibu yang lain."
        Sang anak dandelion menatap penasaran pada ibunya "Apakah ibu tidak takut?"
        Ibu dandelion tersenyum "Pada awalnya iya, namun lama-lama rasa takut itu hilang berganti dengan rasa senang. Ibu melihat tempat-tempat yang tidak pernah ibu lihat sebelumnya.
        Gunung-gunung yang tinggi, hutan-hutan yang lebat, laut yang sangat biru dan luas, sampai ke suatu kota yang indah dan akhirnya ibu mendarat di halaman rumah ini." cerita ibunya panjang lebar.

        "Apakah ibu tidak merindukan ibunya ibu dan saudara-saudara ibu?" Tanya anaknya heran.
        Ibu dandelion tersenyum lagi "Tentu saja, namun rasa rindu itu seolah tergantikan dengan perasaan takjub melihat dunia yang sebelumnya tidak pernah ibu lihat. Dan pengalaman itu sangat tidak tergantikan. Ibu benar-benar bersyukur dapat melakukan perjalanan." ujar ibunya senang.

        Sang anak terdiam hingga akhirnya mengantuk. Sang ibu pun berkata "Tidurlah, ini sudah larut malam, kalau kau tak bisa tidur ibu akan bernyanyi untukmu."

        Sang anak mengangguk senang dan dengan diiringi nyanyian ibu dandelion, ia pun tertidur.
        Keesokan paginya, saat ibu dandelion terbangun, ia terkejut melihat anaknya yang terlihat menanti sesuatu. Tak lama kemudian angin semilir datang, dan menggoyang-goyangkan si anak dandelion. Betapa terkejutnya si ibu dandelion saat melihat anaknya akhirnya melepaskan diri dari darinya dan terbang mengikuti angin. Sebelum terbang jauh ia mendengar anaknya berkata kepadanya.
        "Aku pergi, ibu! Ternyata di sini tidak menakutkan seperti bayanganku! Aku akan melihat tempat-tempat yang telah dikunjungi ibu! Jangan khawatir, ibu! Setelah melakukan perjalanan aku pasti akan mengembangkan bungaku yang indah di suatu tempat nanti!"
        Angin pun lalu membawa anak dandelion pergi hingga tak tampak lagi, dan dari halaman rumah itu, sang ibu dandelion tersenyum bangga.






di adaptasi dari cerita doraemon (kacamata fantasi)

Dandelion page

Dan aku ingin seperti Dandelion, terbang lepas menunggangi angin, menjelajah dunia baru, mendarat di tempat baru lalu tumbuh dan melahirkan jiwa-jiwa baru. h
Pernahkan kalian perhatikan, segerombolan jentik halus Dandelion, terbang tertiup angin, dan saat itu pula setiap mereka, jentik halus itu akan mengalami kisahnya sendiri-sendiri. Ada yang terbang melintasi gunung, dan akhirnya sampai di padang rumput yang luas, ada yang terbang lalu jatuh ke sungai, terbawa alirannya sampai ke pinggiran kumuh kota, ada yang terbang jatuh pada sayap seekor burung, yang membawanya melintasi negara, lalu jatuh ditempat terasing yang tak dikenalnya
Setiap kisah yang berbeda dari setiap jentik Dandelion, tapi tahukah kalian apa kesamaan mereka? kemanapun angin akan membawa mereka, mereka akan tetap hidup, mereka akan menciptakan suatu kehidupan Dandelion baru. Gambaran kepasrahan Dandelion terhadap angin yang menerbangkannya, ketaatan kepada Sang Pencipta untuk menjalani siklus kehidupannya yang tak mudah
I wanna be a Dandelion-just that's simple ngerumpi.com

For the first time

Add caption
pertama kali , saat air matamu membasahi pakaianku

aku pikir aku hanya perlu menunggu dan membiarkannya kering

tetapi air mata itu mendatangksn awan dan angin yang begitu besar 

dan jatuh sebagai hujan yang menahan langkah kakiku

saat itu hujan tidak bisa di hentikan , tidak bisa di hindari dan jatuh padaku 

kemana aku harus pergi?

aku kehilangan arahku

meskipun aku ingin lari menjauhi kau tetap tinggal dalam pikiranku

dan aku terus datang kembali aku ingin melindungimu dan aku ingin menjagamu dengan baik